PROBLEM SOLVING MAHASISWA ASAL PAPUA DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI UIN SAIZU PURWOKERTO
Mahasiswa yang merantau jauh dari kampung halaman tentu akan menghadapi berbagai tantangan selama proses adaptasi, khususnya dalam aspek sosial dan akademik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari apabila mahasiswa tidak memiliki kemampuan problem solving yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap serta memberikan gambaran mengenai strategi problem solving yang diterapkan oleh mahasiswa asal Papua, capaian kesejahteraan psikologis mereka, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga subjek mahasiswa asal Papua. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menggunakan strategi problem solving yang berbeda. Strategi yang diterapkan meliputi pencarian dukungan sosial, adaptasi akademik, dan belajar mandiri. Upaya tersebut membantu mereka mengembangkan sebagian besar aspek kesejahteraan psikologis berdasarkan teori Ryff, seperti penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, pengendalian lingkungan, dan tujuan hidup. Namun, aspek kemampuan dalam mengembangkan potensi diri belum sepenuhnya berkembang oleh ketiga subjek. Ketercapaian aspek aspek kesejahteraan psikologis tersebut terutama dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu konsep diri dan resiliensi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan strategi problem solving adaptif bagi mahasiswa perantau, serta perlunya ruang dukungan sosial seperti komunitas sesama mahasiswa Papua untuk membantu proses adaptasi, mengurangi perasaan keterasingan, dan memperkuat eksplorasi potensi diri.