<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100901">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE DALAM REPRESENTASI PESAN MORAL PADA FILM BILUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fathurrohman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PURWOKERTO</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xv, 91 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Film Bilur karya Lulu Bong dan Deddy Wirawan hadir sebagai angin segar di tengah dominasi film-film horor dan romantis dalam perfilman Indonesia. Dengan mengangkat tema hubungan keluarga, khususnya antara orang tua dan anak, film ini menyajikan realitas sosial yang dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pesan-pesan moral yang terkandung dalam film tersebut direpresentasikan melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, yang menitikberatkan pada hubungan antara tanda dan makna. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara mendalam terhadap elemen-elemen visual dan dialog yang muncul dalam film, untuk mengungkap makna-makna tersirat di dalamnya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami pesan moral yang tidak selalu ditampilkan secara eksplisit, tetapi tersimpan dalam detail-detail naratif dan sinematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Bilur tidak hanya merepresentasikan dinamika emosional dalam keluarga, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai spiritual, introspektif, dan sosial yang kuat. Penggambaran karakter dan hubungan antartokoh mencerminkan pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan keberanian dalam menghadapi luka masa lalu. Film ini berhasil membangun ruang refleksi bagi penonton untuk memahami ulang arti kehadiran dan peran dalam keluarga.Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian semiotika dalam film, sekaligus menegaskan bahwa sinema dapat menjadi medium yang efektif dalam menyampaikan pesan moral yang mendalam dan relevan dengan konteks kehidupan masyarakat saat ini.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Muhammad Fathurrohman</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>skripsi Dakwah-KPI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5100901.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi Dakwah-KPI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>100901</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:25:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:26:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>