<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100999">
 <titleInfo>
  <title>AKULTURASI NILAI ISALAM DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI JAMASAN JIMAT DESA DAWUHAN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mohammad Faizin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PURWOKERTO</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xiii, 109 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dan bentuk akulturasi nilai-nilai Islam dalam Tradisi Jamasan Jimat yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dianalisis dengan teori semiotika Roland Barthes, yang membagi makna simbol menjadi tiga lapis: denotatif, konotatif, dan mitos. Selain itu, teori akulturasi budaya digunakan untuk melihat bentuk integrasi nilai Islam ke dalam simbol dan praktik tradisi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama dalam prosesi Jamasan Jimat seperti air Sumur Pesucen, benda pusaka, kain mori putih, makam leluhur, arak-arakan, kembang setaman, janur kuning, tumpengan dan gunungan, pakaian adat Jawa, serta peran juru kunci memiliki makna yang mencerminkan nilai spiritual, sosial, dan budaya masyarakat Dawuhan. Dalam praktiknya, terjadi akulturasi nilai-nilai Islam dalam bentuk sinkretisme dan adisi, khususnya dalam aspek akidah (keyakinan kepada Tuhan dan leluhur), ibadah (pembacaan shalawat, doa bersama), dan akhlak (penghormatan, kesopanan, gotong royong). Akulturasi ini memperlihatkan bahwa masyarakat Dawuhan tidak menolak ajaran Islam, tetapi mengintegrasikannya secara harmonis dalam tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan demikian, Tradisi Jamasan Jimat bukan sekadar ritual adat, melainkan juga cerminan dari proses dialog kultural antara ajaran Islam dan budaya lokal, yang hidup dan diwariskan secara kolektif melalui simbol-simbol yang kaya makna.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Mohammad Faizin</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>skripsi Dakwah-KPI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5100999.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi Dakwah-KPI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>100999</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:16:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:17:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>