<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101098">
 <titleInfo>
  <title>TRADISI BUDAYA GEBYAG CAH ANGON SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI DESA ENTAK KECAMATAN AMBAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lu'lu' Atun Nafisah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PURWOKERTO</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xvii, 83 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>TRADISI BUDAYA GEBYAG CAH ANGON SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI DESA ENTAK KECAMATAN AMBAL Oleh: Lu’lu’ Atun Nafisah NIM. 214110103059 Luluatunnafisah210703@gmai.com Program Studi Manajemen Dakwah , Jurusan Manajemen Dan Komunikasi Islam, Fakultas Dakwah, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Tradisi budaya Gebyag Cah Angon di Desa Entak, Kecamatan Ambal, merupakan bentuk warisan budaya yang berfungsi sebagai sarana pelestarian adat. Tradisi ini diselenggarakan setiap tanggal 12 Rabiul Awwal di pesisir Pantai Pranji sebagai ungkapan syukur dari cah angon atas rezeki berupa kesehatan dan keselamatan hewan ternak. Di era digital ini, dakwah tidak hanya berbentuk ceramah, melainkan dapat melalui suatu tradisi budaya yang di dalamnya mengandung simbol-simbol, baik dalam benda atau alat ritual, perilaku dan aktivitas ketika pelaksanaannya. Simbol-simbol itu ternyata memiliki pesan-pesan dakwah. Sehingga dari tradisi budaya Gebyag Cah Angon ini bagaimana Tradisi Budaya Gebyag Cah Angon Sebagai Media Dakwah Di Desa Entak Kecamatan Ambal.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tradisi budaya Gebyag Cah Angon sebagai media dakwah di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Dimana penelitian ini berdasarkan fenomena atau keadaan yang dialami pelaku budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan sumber informan dari prenelitian ini berjumlah 7 orang, yaitu dari tokoh adat, tokoh agama, ketua karang taruna, perangkat Desa Entak, dua warga Desa Entak, dan satu pemudi dari Desa Entak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam setiap rangkaian tradisi budaya Gebyag Cah Angon terdapat pesan-pesan dakwah, yaitu rasa syukur, ukhuwah (persaudaraan), tolong-menolong, serta rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Pesan-pesan dakwah tersebut tersampikan melalui media lisan, tulisan, dan akhlak. Oleh karena itu, tradisi Gebyag Cah Angon dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat Desa Entak melalui pendekatan budaya lokal.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Lu'lu' Atun Nafisah</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>skripsi Dakwah-MD</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5101098.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi Dakwah-MD</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>101098</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:05:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 15:07:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>