<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101180">
 <titleInfo>
  <title>REFORMASI PENGATURAN JUMLAH KEMENTERIAN DI INDONESIA (Studi Analisis Politk Hukum Undang-undang Nomor 61 Tahaun 2024 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhamad Irfan Muzakki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS SYARIAH UIN SAIZU-PRODI HTN</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xxiv, 176 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Undang Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara memicu dinamika diskursus publik, khususnya terkait perubahan norma yang memperluas kewenangan presiden dalam menetapkan formulasi kementerian. Kebijakan ini menuai respons dari kalangan politisi, akademisi, dan masyarakat sipil karena dinilai berimplikasi terhadap konfigurasi kelembagaan eksekutif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan yuridis-normatif dan pendekatan historis terhadap peraturan perundang-undangan. Fokus analisis diarahkan pada telaah sistematis terhadap dinamika normatif yang melatarbelakangi perubahan regulatif tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 merepresentasikan ekspresi politik hukum yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan strategis eksekutif dalam mewujudkan visi-misi Presiden secara fleksibel. Namun, ekspansi kewenangan tersebut meniscayakan penguatan mekanisme checks and balances guna mencegah sentralisasi kekuasaan. Secara konseptual, studi ini juga menemukan keterkaitan antara struktur Kementerian Negara dalam sistem presidensial dengan konsep wazīr tanfīẓī dalam teori al Wizārat, khususnya dalam aspek loyalitas struktural dan pelaksanaan otoritas kepala negara.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Muhamad Irfan Muzakki</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>skripsi syariah-HTN</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5101180.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi syariah-HTN</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>101180</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:01:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 15:03:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>