<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101389">
 <titleInfo>
  <title>NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK HUMANISME RELIGIUS PADA MASYARAKAT DESA KEMANUKAN KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yazid Al Ansori</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana UIN SAIZU Doktoral</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Tesis</form>
  <extent>xv, 246 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai multikultural dalam membentuk humanisme religius pada masyarakat Desa Kemanukan. Dalam konteks keberagaman sosial dan budaya, masyarakat Desa ini memiliki dinamika interaksi yang mencerminkan harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan sikap inklusif terhadap perbedaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan praktik sosial dan keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam masyarakat Desa Kemanukan terefleksi dalam sikap toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan keyakinan dan budaya. Nilai-nilai tersebut berperan dalam membentuk konsep humanisme religius, di mana ajaran agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat hubungan antarmanusia yang harmonis dan saling menghargai. Proses internalisasi nilai-nilai ini dilakukan melalui pendidikan keluarga, tradisi lokal, serta interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberagaman budaya dan agama tidak menjadi penghalang bagi terbentuknya solidaritas sosial, melainkan justru menjadi faktor penguat dalam membangun humanisme religius yang inklusif. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi pendidikan multikultural yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan berbasis keagamaan, khususnya dalam konteks masyarakat peDesaan di Indonesia.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Yazid Al Ansori</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Pascasarjana/SI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25TD5101389.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>Pascasarjana/SI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>101389</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-04 09:11:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-04 09:49:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>