<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101554">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI GUSARAN DI DESA UJUNGBARANG KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad, Wafiqkhoer</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ushuluddin UIN Saifudin Zuhri</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xx,68 hlmn,30 cm+lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas makna simbolik dalam tradisi gusaran yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Tradisi gusaran merupakan ritual transisi bagi anak perempuan berusia delapan tahun menuju kedewasaan, yang mengandung unsur akulturasi budaya Sunda dan Jawa serta pengaruh islamisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi tradisi gusaran dan mengungkap makna simbolik dari simbol-simbol yang digunakan dalam prosesi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi serta teori simbolik Clifford Geertz. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi tradisi gusaran terdiri dari tahapan pra-acara, acara inti, dan pasca-acara. Pada tahap pra-acara dilakukan persiapan simbol-simbol seperti air kembang tujuh rupa, telur ayam kampung, sabut kelapa, siwak, dan saweran. Acara inti mencakup pembacaan doa, pembersihan tangan, kaki, dan mulut, serta penggosokan gigi menggunakan siwak sambil membaca syahadat dan pemberian saweran kepada tamu. Pasca-acara ditandai dengan sesi foto. Setiap simbol memiliki makna spiritual, sosial , dan edukatif. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pemurnian diri anak, tetapi juga media pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, serta sarana komunikasi kolektif masyarakat Desa Ujungbarang dalam menjaga identitas dan harmoni budaya</note>
 <note type="statement of responsibility">Muhammad, Wafiqkhoer</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi SPI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5101554.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt.3 Referensi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi tarbiyah</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>101554</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-06 13:28:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-06 15:43:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>