Detail Cantuman
Advanced Search
Prosiding
Upaya Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Desa Mejagong dengan Pemanfaatan Maggot Sebagai Pengurai Sampah Organik
Problematika pengelolaan sampah merupakan hal yang menjadi tantangan utama di Indonesia saat ini, termasuk apa yang dialami oleh Desa Mejagong. Desa Mejagong yaitu salah satu wilayah yang terletak di kota pemalang jawa tengah, yang lebih tepatnya berada di kecamatan randudongkal. Di Desa Mejagong ini mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan masih banyak menggunakan aliran sungai untuk mencuci dan mandi, bahkan juga aliran sungai menjadi tempat membuang sampah oleh masyarakat sekitar dan itu sudah menjadi fenomena hal biasa. Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan manusia serta ekosistem yang ada, karena kualitas lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan masyarakat sekitar. Lingkungan yang sudah tercemar dengan polemik sampah akan menjadi lahan berkembangnya mikroorganisme yang menyebabkan berbagai macam penyakit menjalar di lingkungan tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kebersihan di lingkungan Desa Mejagong. Pengolahan sampah organik menjadi media tumbuh dalam usaha budidaya maggot lalat BSF yang diharapkan memberikan dampak sangat positif di masyarakat Desa Mejagong. Dengan bertujuan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan dari aspek pemanfaatan sampah organik, yang dimana hal ini mendapatkan respond positif dari warga Desa Mejagong. Selain bermanfaat untuk menjaga lingkungan yang asri juga berdampak pada nilai ekonomis yang bernilai tinggi, karena budidaya budidaya maggot lalat BSF ini adalah sebagai produksi pakan ternak unggas dan ikan yang tentunya berstandar nilai tinggi di pasaran. Workshop pengelolaan sampah organik yang menggunakan Maggot ini dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Kegiatan kebersihan lingkungan ini dilakukan dengan metode workshop pemanfaatan maggot untuk sampah organik dengan menggunakan pendekatan ABCD, yakni Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang digunakan untuk menggali dan mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh Desa Mejagong dalam mengatasi permasalahan pengelolaan sampah organik. Melalui program pelatihan ini diharapkan kepada masyarakat Desa Mejagong khususnya untuk dapat mengadopsi budidaya maggot sebagai langkah dalam pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
Ketersediaan
| 25RF402102053.1 | Prosiding Kamplemas | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
Prosiding Kamplemas
|
| Penerbit | LPPM UIN Saifuddin Zuhri : Banyumas., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
Hal.151-165
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
2964-3783
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 4 No. 1 (2025)
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhammad Ibnu Aqil, Dkk
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






