<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102250">
 <titleInfo>
  <title>REFLEKSI DIRI MENUJU KEMANDIRIAN PADA REMAJA AKHIR AKIBAT FATHERLESS (STUDI KASUS DI DESA BABAKAN, PURBALINGGA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Septiana Dwi Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PRODI BKI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xv, 105 hlm.; 29 cm. +lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena fatherless atau ketidakhadiran peran ayah dalam kehidupan anak menjadi isu sosial yang semakin meningkat, khususnya di Indonesia. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap perkembangan psikososial remaja, terutama pada fase remaja akhir (usia 17–19 tahun) yang tengah memasuki masa transisi menuju kedewasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses refleksi diri yang dilakukan oleh remaja akhir dalam menghadapi kondisi fatherless, serta bagaimana refleksi tersebut mendorong terciptanya kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah tujuh orang remaja akhir yang mengalami fatherless dan berdomisili di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless menimbulkan dampak emosional seperti kesepian, rasa kehilangan, dan krisis identitas pada remaja. Namun melalui proses refleksi diri, remaja mampu mengenali pengalaman pribadi, mengelola perasaan, dan membentuk perspektif baru yang positif. Refleksi diri ini menjadi landasan dalam membangun kemandirian, baik secara emosional, perilaku, maupun kognitif. Meskipun tantangan tetap ada, sebagian besar subjek menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan membentuk arah hidup yang lebih mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa refleksi diri berperan penting dalam membantu remaja akhir yang mengalami fatherless untuk mencapai kemandirian.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rizky Septiana Dwi Rahayu</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi BKI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5102250.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (L.3 Ruang Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>Skripsi BKI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>102250</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 09:20:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-17 09:25:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>