No image available for this title

Skripsi

Problematika Generasi Sandwich dalam Keluarga Kelas Menengah Berdasarkan Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus di Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga)



Generasi sandwich merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi individu pada usia produktif yang terhimpit oleh dua tanggung jawab sekaligus, yakni memenuhi kebutuhan keluarga inti di satu sisi dan membantu orang tua atau mertua di sisi lain. Fenomena ini semakin nyata pada keluarga kelas menengah di Kecamatan Purbalingga yang berada pada posisi penting dalam struktur keluarga karena harus menjalankan peran ganda dan menyeimbangkan hubungan antaranggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang dialami generasi sandwich dalam keluarga kelas menengah di Kecamatan Purbalingga serta menganalisis peran mereka dalam perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima narasumber dari keluarga kelas menengah yang termasuk kategori generasi sandwich, baik pada keluarga yang hanya suami sebagai pencari nafkah maupun keluarga yang suami-istri bekerja. Data sekunder diperoleh dari Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data secara deskriptif, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika generasi sandwich dalam keluarga kelas menengah di Kecamatan Purbalingga meliputi beban ekonomi ganda karena harus membiayai kebutuhan keluarga inti sekaligus membantu orang tua atau mertua, keterbatasan waktu yang mengurangi intensitas kebersamaan dengan keluarga inti, munculnya tekanan psikologis yang berupa stress, kelelahan emosional dan beban pikiran akibat tanggung jawab berlapis, serta ketidakstabilan ekonomi rumah tangga karena pengeluaran sering kali lebih besar dibandingkan penghasilan. Adapun peran generasi sandwich tidak hanya terbatas pada pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengatur dan penyeimbang keuangan rumah tangga, pengasuh sekaligus pendidik anak, pemberi dukungan moral dan emosional kepada orang tua, serta penjaga keharmonisan keluarga. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, peran-peran tersebut sesuai dengan prinsip birrul walidain, yakni kewajiban anak untuk berbakti kepada orang tua, serta tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga inti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.


Ketersediaan

25SK5102337.1HKIPerpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
HKI
Penerbit FAKULTAS SYARIAH UIN SAIZU-PRODI HKI : Purwokerto.,
Deskripsi Fisik
xx, 86 hal.; 30 cm. + lampiran
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
HKI
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this