<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102373">
 <titleInfo>
  <title>ANAL ALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MODEL KOLB PADA SISWA KELAS VII DI SMP MA'ARIF NU 1 PATIKRAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI WAHYUNINGSIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Tarbiyah uin saizu prodi TMA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xviii,88 hal, 30 cm + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan yang baru dalam menghasilkan suatu cara dalam menyelesaikan masalah, menghasilkan cara baru, sebagai solusi alternatif. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif salah satunya adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya belajar Kolb pada siswa kelas VII. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan lokasi penelitian SMP Ma'arif NU I Patikraja. Subjek penelitian ini adalah semua siswa dari masing-masing gaya belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket gaya belajar Kolb, tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis yang digunakan memenuhi indikator berpikir kreatif (kefasihan, keluwesan, kebaruan). Analisis data dalam penelitian ini melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam salah satu dari lima Tingkat Berpikir Kreatif (TBK). Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa: 1) siswa dengan gaya belajar divergen berada pada TBK 3 (kreatif) dimana siswa memenuhi 2 indikator (kefasihan, keluwesan) dan TBK 1 (kurang kreatif) dimana siswa memenuhi 1 indikator (kefasihan); 2) siswa dengan gaya belajar asimilator berada pada TBK 3 (kreatif) dimana siswa memenuhi 2 indikator (kefasihan dan keluwesan) dan TBK 1 (kurang kreatif) dimana siswa memenuhi lindikator (kefasihan); 3) siswa dengan gaya belajar konvergen berada pada TBK 4 (sangat kreatif) dimana siswa memenuhi 3 indikator (kefasihan, keluwesan dan kebaruan); 4) siswa dengan gaya belajar akomodator berada pada TBK 3 (kreatif) dimana siswa memenuhi 2 indikator (kefasihan dan keluwesan) dan TBK 0 (tidak kreatif) dimana siswa tidak memenuhi 3 indikator.</note>
 <note type="statement of responsibility">RIZKI WAHYUNINGSIH</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5102373.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>102373</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:15:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:17:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>