No image available for this title

Skripsi

AGAMA DAN REKREASI DALAM MANGA JEPANG (STUDI KASUS MANGA ENEN NO SHOUBUTAI, KARYA ATSUSHI OUKUBO)



Manga merupakan komik Jepang dengan gaya gambar dan penceritaan yang khas. Selain sebagai produk budaya populer, manga juga menjadi representasi sekaligus fantasi tentang bagaimana kehidupan masyarakat Jepang. Salah satu aspek yang kerap menjadi pertanyaan adalah tentang maraknya unsur agama dalam tiap elemen, baik berupa cerita latar maupun plotnya. Padahal, penyelipan unsur agama dalam sebuah media hiburan mengindikasikan bahwa target audiens mereka juga ikut memeluk atau sebagian besar pemeluk suatu kepercayaan. Hal ini bertolak belakang dengan realitas masyarakat Jepang yang tidak menganggap sakral agama. Joylon Baraka Thomas lewat bukunya yang berjudul "Drawing on Tradition: Manga, Anime & Religion in Contemporary Japan" menjelaskan tentang penyelipan unsur agama dalam suatu produk estetika memiliki dua motif "rekreasi" : sebagai bagian dari hiburan (recreation) atau diciptakan ulang (re created). Dalam hal ini, peneliti tertarik untuk meneliti salah satu manga berjudul "Enen no Shoubutai," untuk melihat bagaimana motif penyelipan unsur agama didalamnya, lewat pendekatan analisis wacana kritis milik Michel Foucault dibarengi dengan konsep "agama dan rekreasi" dari Joylon Baraka Thomas. Karena menggunakan manga (komik) sebagai objek penelitian, maka penelitian ini fokus pada adegan-adegan dalam manga, mengelompokkannya dalam beberapa klasifikasi dan golongan sekaligus mengintepretasikannya dengan pendekatan wacana ala Michel Foucault dan "Agama & Rekreasi" Joylon Baraka Thomas. Hasil dari penelitian ini adalah, Enen no Shoubutai memuat beberapa unsur kegamaan yakni bahasan tentang institusi & dogma, simbol narasi & tokoh religius serta kultus & ajaran alternatif. Bahasan-bahasan tersebut tersebar dalam 16 topik dan terklasifikasi menjadi 5 tema dalam model analisis wacana Michel Foucault, dimana sebagian besar dari tema itu mengindikasikan motif penyelipan unsur agama sebagai bagian dari penciptaan ulang berdasarkan konsep "agama dan rekreasi" Joylon Baraka Thomas. Artinya, author (mangaka) seakan menjadikan manga ini sebagai media untuk memperlihatkan preferensi iman sekaligus kritiknya terhadap agama formal, mengemasnya dengan cerita aksi dan petualangan, namun sarat akan sindiran sarkastika terhadap hal-hal berbau spiritualitas.


Ketersediaan

25SK5102406.1Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit falultas usuli : Purwokerto.,
Deskripsi Fisik
xvii, 141 hal, 30 cm + lampiran
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this