Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi
MAKNA LAFAZHAWĀ DALAM QS. AN-NAZI`AT [79]: 40 (Studi Analisis Hermeneutika Ma`nā-cum-Maghzā)
Lafaz} hawa> yang terdapat pada Qs. An-Nazi`at [79]: 40 menjadi fokus utama dalam penelitian ini dengan menggunakan teori ma`na> cum maghza> dengan maksud mengungkap makna teks dan signifikansinya pada masa kini. lafaz hawā dalam Qs.An-Nazi`at[79]: 40 sering ditafsirkan sebagai kecenderungan nafsu yang membawa manusia kepada kesesatan dan menjauhkanya dari nilai-nilai ketakwaan. Namun Dalam konteks masa kini, tentu menimbulkan sebuah pertanyaan apakah pemaknaan hawā hanya terbatas pada dorongan nafsu dalam arti sempit, atau dapat juga dikaitkan dengan fenomena sosial yang berkembang. Maka tujuan penelitian ini didapati: 1) untuk menjelaskan makna historis (al-ma’na al-tarikhi) yang terkandung dalam Qs. An-Nazi`at [79]: 40, 2) untuk menjelaskan signifikansi fenomenal historis (al-magza al-tarikhi) yang terkandung dalam Qs. An-Nazi`at [79]: 40, dan 3) untuk menjelaskan signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza> al-mutah{arrik al-ma’a>s}ir) yang terkandung dalam Qs. An-Nazi`at[79]: 40. Penelitian menggunakan jenis penelitan kepustakaan atau library research, dengan menggunakan teori ma`nacum maghza sebagai objek formal dan Qs. An-Nazi`at [79]: 40 sebagai objek material. Selanjutnya sumber referensi yang digunakan oleh penulis yaitu kitab-kitab bahasa seperti Lisanul `arab dan Al-Mu`jam Mufradat fi ghoribil Qur’an, dan kitab-kitab tafsir seperti: Tafsir Alqurtubi, Tafsir Ibnu Kas|ir, Tafsir Al-Maragi dan sebagainya. Jadi, hasil penelitian ini yakni: 1) al-ma`naal-tarikhi dari lafaz hawa diartikan dengan makna jatuh yaitu sesuatu yang jatuh dari atas ketinggian,dalam perkembanganya diartikan dengan makna “cinta” atau “yang disukai”. 2) al-magha al-ta rikhi yang terkandung dalam Qs. An-Nazi`at [79]: 40 didapati yaitu keinginan-keinginan yang disukai namun tercela, karena konteks ayat ini yaitu tentang perilaku-perilaku kaum musyrik mekkah yang membangkang dan selalu mengejek Nabi. 3) al-maghza al-mutah{arrik al-ma`as{iryang terkandung dalam Qs. An-Nazi`at [79]: 40 didapati yaitu keinginan-keinginan instan yang dapat merugikan diri sendiri, jika dikontekstualisasikan di era modernisasi keinginan-keinginan tersebut dapat tercermin pada perilkau hedonisme, flexing, dan kecanduan pornografi.
Ketersediaan
| 25SK5102436.1 | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt.3 Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | FAKUTAS USHULUDIN ADAB HUMANIORA UIN SAIZU PRODI IAT : Purwokerto., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
xviii, 70 halaman;29 cm+lampiran
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
CET.1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhamad Faizin
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






