<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102631">
 <titleInfo>
  <title>ETIKA BERDOA DALAM Q.S GĀFIṚ AYAT 60 PERSPEKTIF TAFSIR AL- AZHAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmat Hidayat Pratama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>fakultas ushuluddin adab dan humanior uin saizu prodi IAT</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xx, 67 halaman;29 cm+lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Doa yang dijelaskan dalam Q.S Gāfiṛ Ayat 60 dalam penelitian ini menjadi pembahasan khusus menggunakan teori deontologi yang dipelopori oleh Immanuel Kant, yakni guna mengungkap makna serta pesan ayat. Ayat ini menjelaskan akan perintah untuk berdoa, sekaligus teguran keras bagi orang yang tidak mau berdoa, namun perlu diingat bahwa berdoa ada adab yang perlu dijaga. Maka dengan demikian rumusan masalah yang ditentukan oleh peneliti ialah, 1) bagaimana etika berdoa dalam Qur‟an surat Gāfiṛ ayat 60 menurut perspektif tafsir Al-Azhar ?, 2) untuk mengetahui implementasi etika berdoa yang baik dan benar perspektif penafsiran Buya Hamka Q.S Gāfiṛ ayat 60 dalam Tafsir Al-Azhar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau library research, dengan pendekatan tafsir Al-Azhar sebagai objek formal dan Q.S Gāfiṛ ayat 60 yang dijadikan sebagai objek material. Selanjutnya sumber refrensi yang digunakan peneliti yakni tafsir Al-Azhar sebagai sumber primer dan sumber pendukung sekunder peneliti yakni kitab-kitab hadis, buku-buku, jurnal, skripsi, atau karya ilmiah lainya. Hasil dari penelitian ini yakni, bahwa menurut Hamka dalam berdoa ada beberapa adab yang perlu dijaga yakni : pertama, ikhlas karena Allah SWT. Kedua, percaya bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa. Ketiga, meyakini bahwa doa adalah karunia Allah SWT. Maka, dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil harus didasarkan pada niat yang murni, tulus, memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah akan mengabulkan doa, serta mempercayai bahwa Allah akan memberikan petunjuk dan bimbingan melalui doa-doa yang dipanjatkan, serta menjadikan doa sebagai aktivitas harian, dan mensyukuri atas segala sesuatu yang telah Allah berikan. Kata Kunci : Etika, Doa, Tafsir Al-Azhar</note>
 <note type="statement of responsibility">Rahmat Hidayat Pratama</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5102631.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt.3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>102631</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-10 08:43:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-10 08:44:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>