Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi
SELF-CONTROL DALAM MENGELOLA PERILAKU SELF-HARM PADA MAHASISWA DENGAN GANGGUAN BIPOLAR
Self-control merupakan sebuah kemampuan individu untuk mengendalikan diri dalam berperilaku sehingga dapat menghindarkan dirinya dari hal-hal negatif yang berpotensi terjadi. Mengontrol diri berarti menjaga diri dengan sekuat-kuatnya untuk mengarahkan fokus terhadap sesuatu yang lebih bernilai positif dan dapat diterima oleh lingkungan. Individu dengan kontrol diri yang baik akan memunculkan perilaku positif. Sebaliknya, individu dengan kontrol diri yang rendah akan cenderung memunculkan perilaku yang menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang disebabkan oleh self-control yang rendah adalah self-harm. Dalam mengendalikan dorongan terhadap perilaku self-harm dibutuhkan kemampuan untuk meningkatkan self-control. Penelitian ini bertujuan untuk memahami terkait bagaimana self-control dalam mengelola perilaku self-harm yang dilakukan oleh mahasiswa dengan gangguan bipolar serta mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang dapat melatarbelakangi mahasiswa dengan gangguan bipolar dalam melakukan perilaku self-harm. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pemilihan subjek dilakukan dengan purposive sampling dan data dikumpulkan melalui tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menunjukkan kemampuan self-control yang berperan penting dalam mengendalikan dorongan terhadap perilaku self-harm melalui kemampuan dalam mengatur pelaksanaan, pengelolaan kognitif, serta pengambilan keputusan yang dapat berdampak positif bagi subjek. Untuk itu, self-control menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa bipolar dalam mengelola emosi dan mencegah untuk melakukan perilaku self-harm kembali. Kemudian, terdapat faktor-faktor yang melatarbelakangi subjek dalam melakukan self-harm. Faktor-faktor tersebut terbagi menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Ketiga subjek menunjukkan adanya faktor internal yang meliputi ketidakstabilan emosi, sifat-sifat bawaan yang cenderung berpikir berlebihan, serta dominasi emosi negatif seperti sedih hingga frustasi. Kemudian, faktor eksternal yang meliputi pola asuh dalam keluarga yang kurang suportif dan pengalaman traumatis yang disebabkan oleh lingkungan sekolah. Kedua faktor tersebut menciptakan tekanan emosional yang mendorong munculnya perilaku self-harm.
Ketersediaan
| 25SK5102647.1 | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt.3 Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Dalam Perbaikan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PRODI BKI : Purwokerto., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
CET.1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Aditya Saputra
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






