Detail Cantuman
Advanced Search
Tesis
INTERNALISASI NILAI RELIGIUS MELALUI TRADISI PENJAMASAN JIMAT DESA KALISALAK KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Saat ini banyak sekali krisis moralitas yang terjadi, salah satu penyebabnya adalah perkembangan pesat teknologi namun tidak diiringi dengan implementasi nilai keagamaan. Masalah krisis moral juga dapat dilihat dari banyaknya kasus premanisme di Indonesia. Karakter anak bangsa yang saat ini banyak mengikuti budaya luar baik itu dari segi bicara, cara berpakaian, serta tradisi banyak bertolak belakang dengan budaya Indonesia sehingga dapat mengurangi keimanan sebab mengikuti trend itu. Kepribadian religi masyarakat akan nampak dari kepribadian sehari-hari seseorang dalam bermasyarakat, sehingga semakin baik religi seseorang akan semakin baik perilakunya dalam kehidupan bermasyarat. Penelitian ini berfokus pada internalisasi nilai religius melalui tradisi yang berkembang di masyarakat yaitu penjamasan jimat. Jenis penelitian ini adalah field research dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi dilakukan untuk memperoleh informasi sejarah tradisi, internalisasi nilai pendidikan religius, faktor pendukung, dan faktor penghambat internalisasi nilai pendidikan religius. Teknik wawancara dilakukan kepada subjek sumber data yaitu kepala desa, juru kunci, kerabat jimat 2 orang, dan masyarakat. Teknik dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data pendukung penelitian. Setelah data dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penjamasan jimat dimulai dari peristiwa penyelamatan diri yang dilakukan Sunan Amangkurat Agung dari Keraton Mataram menuju Batavia, beliau beberapa kali singgah untuk mengurangi beban dengan meninggalkan perlengkapan di Desa Kalisalak. Penjamasan jimat dimulai 1678 untuk menjaga dan merawat amanat Sunan Amangkurat; 2) Internalisasi nilai religius dilakukan melalui lima dimensi yaitu dimensi keimanan, dimensi peribadatan atau praktik agama, dimensi pengalaman atau penghayatan, dimensi pengetahuan agama, serta dimensi pengamalan; 3) Faktor pendukung meliputi jalinan silaturahim, perkembangan wawasan, dukungan terhadap generasi penerus, serta pembaruan rangkaian acara. Sedangkan faktor penghambat meliputi perkembangan teknologi dan banyak penerus jimat kurang peduli, tempat atau langgar jimat terlalu sempit, serta perbedaan pendapat.
Ketersediaan
| 25SK397102686.1 | Skripsi Pasca PAI | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
Skripsi Pasca PAI
|
| Penerbit | Pascasarjana UIN SAIZU Pogram Studi PAI : Purwokerto., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
xxiii, 113 hlm.; 29 cm. +lampiran
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ali Masngud
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






