<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103469">
 <titleInfo>
  <title>RESILIENSI PADA REMAJA KORBAN BROKEN HOME:</title>
  <subTitle>STUDI KASUS SISWA SMK CITRA BANGSA MANDIRI PURWOKERTO</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AFIFAH IZZA AHMAD SHABRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Kuala Lumpur</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PRODI BKI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xvii, 102 hlm.; 29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Remaja yang menjadi korban broken home dalam keluarga biasanya akan dengan mudah mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, kepribadian, dan kehidupan sosialnya. Kurangnya komunikasi dalam rumah tangga, atau juga disebabkan jarang ada waktu bersama keluarga maka sangat mungkin bisa menimbulkan perpisahan dalam rumah tangga (broken home). Pada masa usia remaja, sering dialami gejolak emosi dan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, seperti marah, sedih, kecewa, bingung, bahkan depresi. Tetapi fakta tersebut tidak dialami oleh semua remaja yang menjadi korban broken home di keluarganya, peneliti menemukan bahwa masih terdapat remaja yang mampu bertahan atau memiliki resiliensi yang baik dengan keadaan yang dialaminya. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah remaja yang terkena broken home di SMK Citra Bangsa Mandiri, yaitu: M dan R. Untuk mendapatkan data penelitian dengan menggunkan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan memakai tampilan data, pemilihan data, setelah itu ditarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk resiliensi yang dimiliki oleh remaja yang menjadi korban broken home di SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto. Pemilihan subjek yang diambil dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga di dapat 2 subjek berinisial M dan R. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua informan sudah memiliki resiliensi yang baik namun belum dapat dikatakan sempurna. Pada kedua informan sudah mampu untuk berpikir secara positif, regulasi emosi, dan bersikap optimis. Bentuk resiliensi seorang remaja yang mengalami broken home menunjukkan bahwa setiap individu memiliki proses dalam membangun resiliensi mereka dan dapat mengembangkan serta mempertahankan resilensi mereka dalam menghadapi tantangan hidup.</note>
 <note type="statement of responsibility">AFIFAH IZZA AHMAD SHABRINA</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi BKI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5103469.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Rg. Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>Skripsi BKI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>103469</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 13:13:31</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 13:14:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>