Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi
PELATIHAN KETERAMPILAN DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SISWA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) MUTIARA HATI BUMIAYU
Anak tunagrahita merupakan anak dengan hambatan mental, sehingga dalam melaksanakan aktifitas harian masih bergantung dengan orang lain. Selain itu, dalam proses pembelajarannya masih belum bisa memahami dengan baik. Sehingga dari hambatan-hambatan tersebut anak tunagrahita sulit untuk mencapai kemandirian. Dalam membentuk kemandirian siswa tunagrahita memerlukan pendidikan yang lebih mengembangkan keterampilan vokasional yang di sesuaikan dengan kapasitas kemampuan anak tunagrahita tersebut agar mampu terbiasa mandiri dan tanpa bergantung dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana pelatihan keterampilan dalam membentuk kemandirian siswa tunagrahita di SLB Mutiara Hati Bumiayu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (Field Research) menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan keterampilan dalam membentuk kemandirian siswa tunagrahita mengacu pada teori Sinaga dilaksanakan dengan tiga cara yakni latihan bina diri, pembelajaran terpadu dan pengembangan keterampilan vokasional. Adapun di SLB Mutiara Hati Bumiayu, sebelumnya tidak ada program khusus untuk anak tunagrahita sehingga sulit untuk mengembangkan kemampuan dasar mereka. Namun sekarang sudah dilaksanakan program latihan bina diri, pembelajaran terpadu dan pengembangan keterampilan vokasional. Akan tetapi pada pengembangan keterampilan vokasional masih belum maksimal antara lain di sebabkan karena hanya mengandalkan guru yang ada di SLB Mutiara Hati Bumiayu dan tidak merekrut guru khusus yang memiliki kompetensi dalam pengembangan keterampilan. Kemandirian tunagrahita berdasarkan teori Maslow mencakup 5 aspek yakni : fisik,intelektual kognitif, sosial emosi dan motorik. Dari 5 aspek tersebut yang belum berjalan dengan maksimal yakni aspek intelektual dan emosi. Dikarenakan secara keseluruhan Anak tunagrahita memiliki intelektual yang tergolong lemah sehingga mudah lupa dalam memahami pembelajaran, selain itu secara emosional belum bisa mandiri di sebabkan anak tunagrahita memiliki perasaan yang mudah tersinggung sering merasa minder dan kurang percaya diri. sehingga belum bisa mengelola emosi dengan baik, selain itu kebanyakan guru di SLB Mutiara Hati berlatar belakang pendidikan non Sekolah Luar Biasa. Oleh karenanya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) terutama tenaga pendidik yang memenuhi standar kompetensi khusus anak tunagrahita di setiap sekolah anak berkebutuhan khusus. Kata kunci : Pelatihan, Keterampilan, Kemandirian, Anak tunagrahita
Ketersediaan
| 25SK5103658.1 | Skripsi PMI | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
Skripsi PMI
|
| Penerbit | FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PRODI PMI : Purwokerto., 2024 |
| Deskripsi Fisik |
XIII, 69hlm.;29cm+lampiran
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muarifki Wahyu Maulana
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






