<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103753">
 <titleInfo>
  <title>PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS SYARIAH UIN SAIZU-PRODI HKI</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xii, 67hlm.;29cm+lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kewajiban nafkah dari suami yang belum memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga menjadikan istri ikut serta membantu suami bekerja dalam peran publik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa peran istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluraga dan pandangan hukum islam terhadap istri yang bekerja membantu suami dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dimana peneliti turun langsung ke lapangan agar mendapatkan gambaran komprehensif tentang situasi, kondisi dan permasalahan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Qirā’ah Mubādalah dengan pandangan ulama kontemporer yaitu Dr. Wahbah al-Zuhayli. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan para istri yang bekerja. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, skripsi, serta literatur dalam internet yang berkaitan dengan tema peran istri yang bekerja dan kesejahteraan keluarga. Hasil dari penelitian dan analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan peneliti lebih condong terhadap pandangan Dr. Wahbah al-Zuhayli dimana Wahbah Zuhaili mengemukakan bahwa wanita diizinkan bekerja jika pekerjaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dalam hukum Islam wanita tidak dilarang untuk bekerja dan tidak pula dikekang. Dengan demikian apa yang dilakukan oleh para istri yang memutuskan untuk bekerja membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dikatakan boleh secara hukum Islam.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dwi Safitri</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi HKI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK5103753.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>Skripsi HKI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>103753</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 15:09:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 15:09:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>