<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104111">
 <titleInfo>
  <title>HUKUM TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN WALĪMATUL ‘URS DALAM PERSPEKTIF IMĀM AL-GAZĀLĪ</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD THOHA AL MUNAWWAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS SYARIAH UIN SAIZU-PRODI HKI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xxi, 74 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Walīmatul ‘urs merupakan salah satu syariat Islam yang dianjurkan sebagai bentuk pengumuman pernikahan dan sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Menghadiri undangan walīmah pada dasarnya dipandang sebagai kewajiban sosial bagi seorang Muslim, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai Hadis Nabi Muhammad saw. Namun, dalam perkembangan masyarakat modern, pelaksanaan walīmatul ‘urs sering kali diiringi dengan berbagai fenomena yang menimbulkan persoalan hukum, seperti adanya unsur kemungkaran, keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, maupun situasi sosial tertentu yang menghalangi seseorang untuk menghadirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hukum tidak menghadiri walīmatul ‘urs menurut Imām al-Gazālī dalam konteks kekinian dengan meninjau pandangan para ulama dan prinsip-prinsip hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif, melalui analisis terhadap tulisan-tulisan Imām al-Gazālī, khususnya yang terdapat dalam kitab Iḥyā' 'Ulūm al-Dīn dan karya-karya lain yang membahas hukum Islam dan etika sosial, menjadi sumber informasi. Buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang relevan dengan pokok bahasan akan digunakan sebagai sumber informasi tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imām al-Gazālī hukum menghadiri walīmatul ‘urs pada dasarnya adalah wajib, namun kewajiban tersebut dapat gugur apabila terdapat ‘użūr syar‘i atau adanya kemungkaran yang tidak dapat dihilangkan. Dengan demikian, hukum tidak menghadiri walīmatul ‘urs dalam konteks kekinian bersifat kondisional dan harus mempertimbangkan maslahat serta mudarat sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Kata Kunci: Walīmatul ‘Urs, Imām al-Gazālī, Maṣlaḥah Mursalah, Hukum Menghadiri Undangan, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn.</note>
 <note type="statement of responsibility">MUHAMMAD THOHA AL MUNAWWAR</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">26SK5104111.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>104111</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 09:49:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 09:49:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>