<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104182">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS QS. AL-QALAM AYAT 1-7 KAJIAN HERMENEUTIKA INTERPRETASI PAUL RICOEUR DALAM KONTEKS TANTANGAN SOSIAL KONTEMPORER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ngafiatul Fauziah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKUTAS USHULUDIN ADAB HUMANIORA UIN SAIZU PRODI IAT</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xxvii, 101 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Penelitian ini mengkaji QS. Al-Qalam ayat 1–7 dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur, yang dilatarbelakangi oleh fenomena krisis akhlak, misinformasi, dan tantangan sosial modern sehingga diperlukan pemahaman ulang terhadap pesan moral Al-Qur’an agar tetap relevan. Hermeneutika Ricoeur dipilih karena menekankan otonomi teks, sehingga makna Al-Qur’an tidak berhenti pada konteks historis, melainkan dapat terus berdialog dengan pembaca lintas zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, menjadikan QS. Al-Qalam ayat 1–7 sebagai sumber primer serta didukung tafsir klasik dan kontemporer, literatur hermeneutika, dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu dekontekstualisasi untuk melepaskan teks dari konteks asalnya guna menemukan makna universal, dan rekontekstualisasi untuk menghubungkan makna tersebut dengan kondisi sosial, budaya, dan etika masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Qalam ayat 1–7 mengandung pesan universal tentang pentingnya ilmu pengetahuan (qalam sebagai simbol peradaban), keteguhan moral Nabi Muhammad SAW sebagai standar etika universal, serta penegasan bahwa kebenaran sejati berada pada pengetahuan Allah, bukan stigma sosial, sehingga relevan untuk isu kontemporer seperti literasi digital, etika publik, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, hermeneutika Paul Ricoeur terbukti dapat menjadi jembatan antara nilai moral Al-Qur’an dengan tantangan zaman modern serta memperkaya khazanah tafsir kontemporer. Kata Kunci: QS. Al-Qalam, Hermeneutika, Paul Ricoeur, Dekontekstualisasi, Rekontekstualisasi</note>
 <note type="statement of responsibility">Ngafiatul Fauziah</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">26SK5104182.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>104182</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:26:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:26:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>