<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104184">
 <titleInfo>
  <title>Makna Takdir dalam Al-Qur’an (Analisis Tafsir Maqāṣidi)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anggi Sintya Rahmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA-PRODI IAT</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xxiv, 85 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna takdir dalam al-Qur’an perspektif tafsir maqāṣidi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan jenis kualitatif, yang pengolahan datanya bertumpu pada prosedur penelitian yang menganalis data berdasarkan kata-kata. Adapun dalam pengumpulan data, penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), yang mana data di dapat dari tulisan-tulisan yang terkait dengan penelitian. Dari kajian yang telah dilakukan dengan menggunakan tafsir maqāṣidi, hasil penelitian menunjukkan bahwa kata takdir dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak 133 kali dengan berbagai bentuk. Kata takdir berasal dari kata قَدَرَ – يَقْدِرُ – قَدْرًا yang artinya memberi kadar, mengukur atau ukuran. Dalam perspektif Tafsir Maqāṣidi takdir memiliki tujuan untuk ḥifẓ al-Dīn (menjaga agama) (QS Al-Bāqarah 284), ḥifẓ al-Nafs (menjaga jiwa) (QS. Al-Wāqi’ah: 60), ḥifẓ al-Mal (menjaga harta) (QS Ar-Ra’ad: 26). Sedangkan untuk nilai fundamental dari takdir meliputi al-Insaniyah (kemanusiaan) (QS Al-Wāqi’ah: 60) dan al-Mas’ūliyah (tanggungjawab) (QS Al-Bāqarah 284). Wasilah (sarana) dalam mencapai ghayah (tujuan) dari penetapan takdir janin usia empat bulan adalah penegasan bahwa manusia tidak dibenarkan bersikap pasrah tanpa usaha. Meskipun takdir telah ditetapkan sejak dalam kandungan, manusia tetap diberi peran besar, kemampuan, dan kemudahan untuk berikhtiar dalam merealisasikan ketetapan tersebut. Oleh karena itu, manusia diwajibkan untuk senantiasa berusaha seoptimal mungkin dalam beribadah dan beramal saleh, dengan tujuan meraih kesuksesan hidup yang seimbang, yakni kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.</note>
 <note type="statement of responsibility">Anggi Sintya Rahmawati</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">26SK5104184.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>104184</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:32:51</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:33:31</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>