<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104258">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PARTICIPATORY CULTURE TERHADAP FANDOM KPOP EXO-L MELALUI AKUN INSTAGRAM @EXOL.PURWOKERTO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febiola Nasita Wardani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS DAKWAH DAN SAINTEK UIN SAIZU PRODI KPI</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xvi, 100 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produk budaya partisipatif (participatory culture) dalam komunitas EXO-L Purwokerto melalui aktivitas digital di akun Instagram @exol.purwokerto, serta melihat bagaimana nilai-nilai dakwah dapat dimaknai dari dinamika interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap satu orang admin dan lima anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya partisipatif terwujud melalui lima pilar utama yang dikemukakan Henry Jenkins, yaitu affiliations, expressions, collaborative problem solving, circulations, dan low barriers to participation. Komunitas EXO-L Purwokerto tidak hanya terlibat dalam konsumsi informasi, tetapi juga aktif menciptakan, menyebarkan, dan mengelola konten secara kolaboratif. Temuan ini juga menunjukkan bahwa aktivitas fandom dapat merefleksikan nilai dakwah, seperti etika bermedia, sikap saling menghargai, kerja sama, serta penyebaran informasi yang bertanggung jawab. Dengan demikian, akun @exol.purwokerto menjadi ruang sosial yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai arena pembentukan nilai sosial dan budaya yang positif. Kata Kunci: Budaya Partisipatif, Fandom, Instagram, Dakwah Digital.</note>
 <note type="statement of responsibility">Febiola Nasita Wardani</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">26SK5104258.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>104258</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:09:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:09:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>