No image available for this title

DISERTASI

KEBERMAKNAAN HIDUP PRAJURIT DISABILITAS DI JAJARAN KOREM 071/WIJAYAKUSUMA (STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN HIDUP TNI AD)



kebermaknaan hidup pada prajurit penyandang disabilitas dalam konteks di jajaran Korem 071/Wijayakusuma, dengan pendekatan fenomenologi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh realitas bahwa sejumlah prajurit mengalami kondisi disabilitas permanen akibat luka tembak saat pertempuran maupun kecelakaan dalam latihan militer. Kondisi fisik yang tidak lagi utuh ini tidak hanya berdampak pada fungsi tubuh, tetapi juga berpengaruh secara psikologis dan emosional. Trauma yang ditimbulkan memengaruhi cara mereka memandang kehidupan, termasuk dalam memaknai diri dan peran setelah disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada sejumlah prajurit disabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah Phenomenological Data Analysis, yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif individu dalam memaknai peristiwa besar dalam hidupnya, khususnya yang berkaitan dengan pengalaman menjadi penyandang disabilitas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendalami tahapan kebermaknaan hidup, memahami nilai-nilai kebermaknaan hidup itu sendiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses kebermaknaan prajurit disabilitas di jajaran Korem 071/Wijayakusuma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebermaknaan hidup tidak muncul secara instan, melainkan melalui lima tahapan berturut-turut: tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penerimaan makna, tahap realisasi makna, dan tahap hidup bermakna. Terdapat empat faktor utama yang memengaruhi proses kebermaknaan hidup tersebut, yaitu: pengalaman spiritual, dukungan keluarga yang kuat, lingkungan kerja yang menerima dan mendukung, serta keterlibatan dalam lingkungan masyarakat yang memberikan ruang untuk berkontribusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebermaknaan hidup prajurit disabilitas di jajaran Korem 071/Wijayakusuma terbentuk melalui lima tahapan utama: tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penerimaan makna, tahap realisasi makna, dan tahap hidup bermakna. Setiap tahapan menggambarkan proses transformasi batin yang membawa prajurit pada pemahaman baru mengenai nilai hidup. Nilai kebermaknaan yang muncul meliputi bersyukur dan sabar, menghargai sesama, menjaga semangat, memberi manfaat, serta tidak menyerah. Proses ini dipengaruhi oleh faktor spiritual, dukungan keluarga, dan lingkungan yang memperkuat ketahanan psikologis serta motivasi untuk tetap berkarya dan menjalani hidup dengan tujuan.


Ketersediaan

26SK36104339.1Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit Pascasarjana Doktoral UIN SAIZU- Studi Islam : Purwokerto.,
Deskripsi Fisik
xxi, 409 hal.; 30 cm. + lampiran
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this