No image available for this title

THESIS

POLA PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DALAM KELUARGA POLIGAMI DI KABUPATEN BANYUMAS



Peran dan tanggung jawab orang tua dalam pembentukan akhlak anak sangat sentral, sehingga mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik akhlak anak. Begitu pula dengan keluarga poligami yang seorang bapak memiliki lebih dari satu istri dan memiliki anak-anak yang berasal dari rahim ibu yang berbeda-beda memiliki kewajiban yang sama. Hasil observasi awal terhadap lima keluarga poligami, semuanya menyatakan bahwa terdapat respon negatif dari lingkungan masyarakat berupa bullying verbal, ejekan, cemoohan, dan fitnah. Dari dalam keluarga terdapat beberapa masalah, seperti masalah ekonomi, keharmonisan antara bapak dan ibu, keharmonisan antara bapak/ibu dengan anak, dan orang tua yang kurang meluangkan waktu untuk anak. Masalah-masalah tersebut akan berpengaruh terhadap perubahan sikap anak. Maka orang tua dalam keluarga poligami harus mendidik akhlak anak agar dapat beperilaku sesuai dengan ajaran Islam. Jenis penelitian ini adalah field research dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pendidikan akhlak anak dalam keluarga poligami. Teknik wawancara dilakukan kepada lima keluarga poligami. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis dengan berpedoman pada prosedur analisis data menurut Miles dan Huberman, adapun uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Setelah data dianalisis langkah selanjutnya yiatu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikan akhlak anak dalam keluarga poligami di Kabupaten Banyumas cenderung dominan menerapkan pola asuh otoritatif (demokratis), meskipun indikator pola asuh otoriter dan permisif juga muncul namun hanya bersifat parsial dan situasional. Metode pendidikan akhlak yang diterapkan dalam keluarga poligami secara umum semua metode diterapkan meskipun masih lemah dalam hal konsistensi, metode yang dominan digunakan oleh orang tua dalam mendidik akhlak anak adalah metode keteladanan dan pembiasaan. Adapun nilai-nilai akhlak yang diajarkan yaitu mencakup semua ruang lingkup akhlak, namun dari lima keluarga yang paling ditekankan oleh orang tua adalah akhlak kepada Allah dan akhlak kepada orang lain. Hambatan yang dihadapi oleh oranng tua dalam mendidik akhlak anak dalam keluarga poligami diantaranya yaitu, kesenjangan dunia orang tua dengan dunia anak, ketergantungan anak pada HP, keterbatasan waktu orang tua (khususnya bapak), dan persepsi tidak ada kendala sebagai bentuk normalisasi.


Ketersediaan

26SK35104357.1Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit Pascasarjana UIN SAIZU Pogram Studi PAI : Purwokerto.,
Deskripsi Fisik
xix, 132 hal.; 30 cm. + lampiran
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this