Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi
STUDI KASUS RESILIENSI KORBAN TOXIC RELATIONSHIP PADA 3 PEREMPUAN DI PURWOKERTO
Hubungan pacaran pada masa dewasa awal idealnya menjadi ruang untuk saling mendukung dan berkembang. Namun, realitas menunjukkan bahwa tidak sedikit perempuan justru terjebak dalam Toxic Relationship yang ditandai dengan kekerasan psikologis, fisik, seksual, maupun ekonomi. Kondisi ini berdampak serius terhadap kesehatan mental, harga diri, serta keberfungsian sosial korban. Oleh karena itu, kemampuan Resiliensi menjadi aspek penting bagi perempuan korban Toxic Relationship agar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan secara adaptif. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses Resiliensi perempuan korban Toxic Relationship di Purwokerto setelah mengalami tekanan relasional, ditinjau dari aspek Resiliensi (CD-RISC) dan factor pelindung (Ordinary Magic). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Resiliensi perempuan korban Toxic Relationship di Purwokerto setelah mengalami tekanan relasional, ditinjau dari aspek Resiliensi (CD-RISC) dan factor pelindung (Ordinary Magic). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga perempuan yang merupakan mahasiswi aktif angkatan 2021 di salah satu perguruan tinggi di Purwokerto yang pernah mengalami Toxic Relationship dengan pelaku yang sama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk meningkatkan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Resiliensi pada perempuan korban Toxic Relationship di Purwokerto berkembang sebagai proses adaptif dan dinamis setelah mengalami tekanan relasional yang berat. Ketiga subjek menunjukkan kemampuan bangkit melalui penguatan kompetensi personal, seperti keberanian mengakhiri hubungan yang merugikan, refleksi diri, pengelolaan emosi, serta upaya membangun kembali kepercayaan diri dan keberfungsian sosial. Proses Resiliensi tersebut diperkuat oleh faktor protektif dalam konsep ordinary magic, meliputi positive caregiving dari keluarga, community support dari lingkungan pertemanan dan kampus, serta opportunity to learn melalui pengalaman menata ulang kehidupan dan membangun relasi yang lebih sehat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Resiliensi perempuan korban Toxic Relationship terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal yang memungkinkan individu pulih secara psikologis, sosial, dan mengarahkan kehidupannya ke arah yang lebih sehat dan bermakna.
Ketersediaan
| 26SK5104385.1 | Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Tidak dipinjamkan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | FAKULTAS DAKWAH UIN SAIZU PRODI BKI : Purwokerto., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
xvii, 136 hal., 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
PUTRI NUR AMALIA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






