<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87341">
 <titleInfo>
  <title>PESAN DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL (STUDI HERMENEUTIK &quot;ANTI PACARAN&quot; PADA AKUN INSTAGRAM @bagasmaulanasakti</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NELI AYU LESTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>IAIN Purwokerto</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indoneisa</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 98 hlm.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Islam memiliki etika dalam pergaulan dan mengadakan perkenalan antara wanita dam pria sebelum menuju jenjang pernikahan, di mana tahapan awal pada umumnya melalui proses ta’aruf. Setelah bertemu dan tertarik satu sama lain, dianjurkan untuk dapat mengenal kepribadian, latar belakang sosial, budaya, pendidikan, keluarga, maupun agama kedua belah pihak. Tetapi di zaman sekarang banyak yang menyalahkan nama ta’aruf menjadi pacaran. Pacaran dalam hal ini berbeda maknanya dengan ta’aruf. Dalam hal ini, penulis meneliti tentang gerakan anti pacaran dalam akun instagram @bagasmaulanasakti. Dalampenelitian ini, penulis menganalisis 6 teks video yang memfokuskan pada pesan anti pacaran. Jenis penelitian pada skripsi ini adalah liblary research dengan pendekatan hermeneutik. Metode yang di gunakan adalah kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pesan anti pacaran yang ada di dalam teks video Bagas Maulana Sakti dan makna yang terkandung di dalam dalam teks video Bagas Maulana Sakti. Skripsi ini menggunakan teori hermeneutik Hans Georg Gadamer. Dengan teorii hermeneutik ini maka akan di cari pesan anti pacaran melalui historis, dialektik, dan aplikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam teks di temukan pesan anti pacaran berupa akidah dan akhlak. Dari akidah di temukan iman kepada Allah yang meliputi adanya pesan prinsip untuk tidak berpacaran. Dan terdapat kategori akhlak yang terdapat akhlak dalam pergaulan, pesan yang di sampaikan ialah pesan untuk menjauhi pergaulan bebas guna menghindari dampak bahaya pergaulan bebas. Akhlak diri sendiri, pesan yang di sampaikan ialah menjaga, menghormati, dan menghargai diri sendiri untuk menghindar dari pacaran. Pesan dari video tersebut juga menunjukkan bahwa adanya perkenalan itu melalui ta’aruf bukan melalui pacaran.</note>
 <note type="statement of responsibility">NELI AYU LESTARI</note>
 <subject authority="">
  <topic>DAKWAH,MASYARAKAT</topic>
 </subject>
 <classification>297.724</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>SK 297.724 NEL</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21SK187341.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto</sublocation>
    <shelfLocator>SK 297.724 NEL</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>87341</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-22 09:39:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-22 09:43:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>