<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="99998">
 <titleInfo>
  <title>Bifurkasi Tabu Pada Ritual Keba Di Desa Kecitran Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhian Ara Febri Yanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Purwokerto</placeTerm>
   <publisher>fakultas ushuluddin adab dan humanior uin  purwokerto</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xv, 62 hal.; 30 cm. + lampiran</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas mengenai bifurkasi tabu pada tradisi keba dan tabu pada ibu hamil yang berlaku di masyarakat, khususnya pada Desa Kecitran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tabu yang ada pada tradisi keba dan apa saja tabu yang berlaku bagi ibu hamil di Desa Kecitran. Tabu sendiri merupakan suatu larangan atau pantangan yang harus dihindari dan apabila melanggarnya akan berdampak tidak baik bagi pelakunya, serta akan mendapatkan sanksi sosial berupa pengasingan oleh masyarakat. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif fenomenologis dimana data yang diambil bersumber dari fenomena-fenomena terkait. Hasil dari penelitian ini yakni pada tradisi keba yang berlaku di Desa Kecitran memiliki beberapa tabu seperti larangan memakai buah pace pada saat ngrujakan, karena hal tersebut dipercaya dapat menyebabkan penyakit kulit pada bayi yang akan dilahirkan. Selain tabu pada tradisi keba, juga terdapat tabu pada ibu hamil seperti, adanya larangan dan anjuran. Larangan tersebut berupa membatin kejelekan orang lain karena akan berimbas pada anak yang dikandungnya. Serta anjurannya berupa memakai sambetan agar tidak diganggu oleh makhluk halus. Ini merupakan beberapa contoh tabu yang masih berlaku di Desa Kecitran Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dhian Ara Febri Yanti</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT PERPUSTAKAAN UIN SAIZU Jl. A. Yani 40A Purwokerto 53126</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi SAA</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">25SK599998.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto (Lt. 3 Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>skripsi USHULUDIN ADAB DAN HUMANIORA</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>99998</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-30 09:56:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-30 10:04:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>